Hafiz Berbagi Tips N Tri2633815ks

Navigator

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Pendidikan di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Pendidikan di Indonesia
Tut Wuri Handayani.svg
Pendidikan anak usia dini
Taman kanak-kanak
Raudatul athfal
Kelompok bermain
Pendidikan dasar (Kelas 1-6)
Sekolah dasar
Madrasah ibtidaiyah
Kelompok belajar Paket A
Pendidikan dasar (Kelas 7-9)
Sekolah menengah pertama
Madrasah tsanawiyah
Kelompok belajar Paket B
Pendidikan menengah (Kelas 10-12)
Sekolah menengah atas/kejuruan
Madrasah aliyah/kejuruan
Kelompok belajar Paket C
Pendidikan tinggi
Perguruan tinggi:
Akademi
Institut
Politeknik
Sekolah tinggi
Universitas
Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagike dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.

Daftar isi

Sejarah

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:
Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda.

Jenjang

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Kelas Usia





Taman kanak-kanak
Kelompok bermain 4
Kelompok A 5
Kelompok B 6





Sekolah dasar
Kelas 1 7
Kelas 2 8
Kelas 3 9
Kelas 4 10
Kelas 5 11
Kelas 6 12





Sekolah menengah pertama
Kelas 7 13
Kelas 8 14
Kelas 9 15





Sekolah menengah atas/kejuruan
Kelas 10 16
Kelas 11 17
Kelas 12 18





Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas
Sarjana berbagai usia (selama kurang lebih 4 tahun)
Magister berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)
Doktor berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

Kurikulum

Jenis ilmu Mata pelajaran Jenjang (kelas)
# Nama # Nama SD SMP SMA




1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (IPA) 12 (IPA) 11 (IPS) 12 (IPS)
1 Ilmu Pendidikan 1 Agama Centang hijau
2 Kewarganegaraan
3 Jasmani dan Kesehatan
4 Teknologi Informatika dan Komunikasi
2 Ilmu Bahasa (dan Sastra) 1 Bahasa Indonesia Centang hijau
2 Bahasa Inggris
3 Bahasa Daerah
4 Bahasa Asing
3 Ilmu Alam 1 Matematika Centang hijau
2 Fisika Centang hijau Silang merah
3 Biologi
4 Kimia Silang merah Centang hijau
4 Ilmu Sosial 1 Sejarah Centang hijau
2 Geografi Centang hijau Silang merah Centang hijau
3 Ekonomi
4 Sosiologi Silang merah Centang hijau
5 Ilmu Seni (dan Budaya) 1 Seni Musik Centang hijau Silang merah
2 Seni Rupa
3 Seni Ketrampilan
4 Seni Tari
Jumlah mata pelajaran 13 16 13

Keterangan

  • Mata pelajaran Fisika dan Biologi tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Alam.
  • Mata pelajaran Ekonomi dan Geografi tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial.
  • Mata pelajaran Seni Rupa, Seni Musik, Seni Ketrampilan dan Seni Tari tingkat jengang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Seni Budaya dan Ketrampilan (dahulu Kerajinan Tangan dan Kesenian).

Waktu belajar

Sebagian besar sekolah di Indonesia memulai tahun pelajarannya pada bulan Juli. Satu tahun pelajaran dibagi ke dalam dua semester. Semester ganjil dimulai dari Juli sampai dengan Desember dan semester genap dari Januari sampai dengan Juni.
Jenjang Lama waktu (menit) per mata pelajaran
Prasekolah 35
Sekolah dasar 40
Sekolah menengah 45
Sekolah tinggi 50

Tingkat

Prasekolah

Dari kelahiran sampai usia 3 tahun, kanak-kanak Indonesia pada umumnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5 tahun, mereka memasuki taman kanak-kanak. Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, tujuan pokoknya adalah untuk mempersiapkan anak didik memasuki sekolah dasar. Dari 49.000 taman kanak-kanak yang ada di Indonesia, 99,35% diselenggarakan oleh pihak swasta[1]. Periode taman kanak-kanak biasanya dibagi ke dalam "Kelas A" (atau Nol Kecil) dan "Kelas B" (atau Nol Besar), masing-masing untuk periode satu tahun.

Sekolah dasar

Kanak-kanak berusia 6–11 tahun memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). Tingkatan pendidikan ini adalah wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan konstitusi nasional. Tidak seperti taman kanak-kanak yang sebagian besar di antaranya diselenggarakan pihak swasta, justru sebagian besar sekolah dasar diselenggarakan oleh sekolah-sekolah umum yang disediakan oleh negara (disebut "sekolah dasar negeri" atau "madrasah ibtidaiyah negeri"), terhitung 93% dari seluruh sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang ada di Indonesia[2]. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Australia, para siswa harus belajar selama enam tahun untuk menyelesaikan tahapan ini. Beberapa sekolah memberikan program pembelajaran yang dipercepat, di mana para siswa yang berkinerja bagus dapat menuntaskan sekolah dasar selama lima tahun saja.

Sekolah menengah pertama

Sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tamat dari SD/MI, para siswa dapat memilih untuk memasuki SMP atau MTs selama tiga tahun pada kisaran usia 12-14. Setelah tiga tahun dan tamat, para siswa dapat meneruskan pendidikan mereka ke sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), atau madrasah aliyah (MA).

Sekolah menengah atas


Sebuah sekolah menengah atas negeri di Jakarta
Di Indonesia, pada tingkatan ini terdapat tiga jenis sekolah, yaitu sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA). Siswa SMA dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, sedangkan siswa SMK dipersiapkan untuk dapat langsung memasuki dunia kerja tanpa melanjutkan ke tahapan pendidikan selanjutnya. Madrasah aliyah pada dasarnya sama dengan sekolah menengah atas, tetapi porsi kurikulum keagamaannya (dalam hal ini Islam) lebih besar dibandingkan dengan sekolah menengah atas.
Jumlah sekolah menengah atas di Indonesia sedikit lebih kecil dari 9.000 buah[3].

Pendidikan tinggi

Setelah tamat dari sekolah menengah atas atau madrasah aliyah, para siswa dapat memasuki perguruan tinggi. Pendidikan tinggi di Indonesia dibagi ke dalam dua kategori: yakni negeri dan swasta. Kedua-duanya dipandu oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat beberapa jenis lembaga pendidikan tinggi; misalnya universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan politeknik.
Ada beberapa tingkatan gelar yang dapat diraih di pendidikan tinggi, yaitu Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3).
Jenis tingkatan Gelar
D3 Ahli Madya
D4 Sarjana
S1 Sarjana
S2 Magister
S3 Doktor

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Liga Champions UEFA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Liga Champions UEFA
Logo Liga Champions UEFA
Logo resmi Liga Champions UEFA
Dibentuk 1955 (menggunakan format kini sejak 1992)
Wilayah Eropa (UEFA)
Jumlah tim 32 (babak penyisihan grup)
76 atau 77 (keseluruhan)
Juara bertahan Bendera Spanyol Barcelona (kali ke-4)
Klub tersukses Bendera Spanyol Real Madrid (9 kali)
Stasiun televisi penyiar Daftar stasiun televisi penyiar
Situs web Situs web resmi
Soccerball current event.svg Liga Champions UEFA 2011–2012
Liga Champions UEFA (bahasa Inggris: UEFA Champions League) adalah kejuaraan antarklub sepak bola tahunan antara klub-klub sepak bola tersukses di Eropa, dan sering dianggap sebagai trofi tingkat klub yang paling prestisius di Eropa.

Daftar isi

Sejarah

Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears" (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.

Format baru

Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk "tandang-kandang" seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.

Pemegang gelar juara terbanyak

Real Madrid telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali dan menjadi yang terbanyak di seluruh Eropa. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (7 kali juara), Liverpool FC (5 kali juara), FC Bayern München, AFC Ajax dan FC Barcelona (4 kali juara), Manchester United dan Internazionale Milan (3 kali juara).

Serba-serbi Liga Champions

Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.
Tim yang mengenakan logo Champion di lengan yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayer Muenchen (juara 74, 75 dan 76) dan Ajax (juara 71, 72, dan 73)
Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team. Namun, setelah diubah formatnya menjadi Liga Champion, belum ada satu timpun yang berhasil mempertahankan gelar juaranya. Milan dan Juventus adalah tim dalam 15 musim terakhir yang berhasil meraih final secara 3 kali berturut-turut. Milan (1993, 1994 (Juara), dan 1995) dan Juventus(1996(Juara), 1997, dan 1998).
Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).

Lagu Tema Liga Champions UEFA

Pada tahun 1992, UEFA meminta kepada Tony Britten untuk membuat sebuah lagu tema untuk Liga Champions UEFA yang akan dimulai pada bulan Agustus 1992, dan dia kemudian mengadaptasi lagu George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest.[1][2] Lagu tersebut kemudian dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields, dengan iringan musik oleh Royal Philharmonic Orchestra.[1] Lirik lagu ini menggunakan tiga bahasa resmi UEFA: Bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman.[1] Chorus lagu ini dimainkan sebelum setiap pertandingan Liga Champions UEFA, dan juga sebelum dan sesudah setiap siaran pertandingan di televisi.[1] Lagu tersebut berdurasi kurang lebih tiga menit, dengan dua bait pendek dan chorus. Versi lengkap dari lagu tema ini tidak bisa dibeli atau diunduh secara legal, karena memang tidak pernah dirilis secara komersial.[1]

Kualifikasi

Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.

Final




Musim Pemenang Skor Juara kedua Tempat pertandingan final
1955–56 Bendera Spanyol Real Madrid 4–3 Bendera Perancis Stade de Reims Stadion Parc des Princes, Paris
1956–57 Bendera Spanyol Real Madrid 2–0 Bendera Italia Fiorentina Stadion Santiago Bernabéu, Madrid
1957–58 Bendera Spanyol Real Madrid 3–2dagger Bendera Italia Milan Stadion Heysel, Brussel
1958–59 Bendera Spanyol Real Madrid 2–0 Bendera Perancis Stade de Reims Neckarstadion, Stuttgart
1959–60 Bendera Spanyol Real Madrid 7–3 Bendera Jerman Barat Eintracht Frankfurt Hampden Park, Glasgow
1960–61 Bendera Portugal Benfica 3–2 Bendera Spanyol Barcelona Stadion Wankdorf, Bern
1961–62 Bendera Portugal Benfica 5–3 Bendera Spanyol Real Madrid Stadion Olimpiade, Amsterdam
1962–63 Bendera Italia Milan 2–1 Bendera Portugal Benfica Stadion Wembley, London
1963–64 Bendera Italia Internazionale 3–1 Bendera Spanyol Real Madrid Stadion Prater, Wina
1964–65 Bendera Italia Internazionale 1–0 Bendera Portugal Benfica Stadion San Siro, Milan
1965–66 Bendera Spanyol Real Madrid 2–1 Bendera Yugoslavia Partizan Stadion Heysel, Brussel
1966–67 Bendera Skotlandia Celtic 2–1 Bendera Italia Internazionale Stadion Nasional, Lisboa
1967–68 Bendera Inggris Manchester United 4–1dagger Bendera Portugal Benfica Stadion Wembley, London
1968–69 Bendera Italia Milan 4–1 Bendera Belanda Ajax Stadion Santiago Bernabéu, Madrid
1969–70 Bendera Belanda Feyenoord 2–1dagger Bendera Skotlandia Celtic Stadion San Siro, Milan
1970–71 Bendera Belanda Ajax 2–0 Bendera Yunani Panathinaikos Stadion Wembley, London
1971–72 Bendera Belanda Ajax 2–0 Bendera Italia Internazionale De Kuip, Rotterdam
1972–73 Bendera Belanda Ajax 1–0 Bendera Italia Juventus Stadion Red Star, Beograd
1973–74 Bendera Jerman Barat Bayern München 1–1dagger Bendera Spanyol Atlético Madrid Stadion Heysel, Brussel
Ulangan Bendera Jerman Barat Bayern München 4–0 Bendera Spanyol Atlético Madrid Stadion Heysel, Brussel
1974–75 Bendera Jerman Barat Bayern München 2–0 Bendera Inggris Leeds United Stadion Parc des Princes, Paris
1975–76 Bendera Jerman Barat Bayern München 1–0 Bendera Perancis Saint-Étienne Hampden Park, Glasgow
1976–77 Bendera Inggris Liverpool 3–1 Bendera Jerman Barat Borussia Mönchengladbach Stadion Olimpiade, Roma
1977–78 Bendera Inggris Liverpool 1–0 Bendera Belgia Club Brugge Stadion Wembley, London
1978–79 Bendera Inggris Nottingham Forest 1–0 Bendera Swedia Malmö FF Stadion Olimpiade, München
1979–80 Bendera Inggris Nottingham Forest 1–0 Bendera Jerman Barat Hamburg Stadion Santiago Bernabéu, Madrid
1980–81 Bendera Inggris Liverpool 1–0 Bendera Spanyol Real Madrid Stadion Parc des Princes, Paris
1981–82 Bendera Inggris Aston Villa 1–0 Bendera Jerman Barat Bayern München De Kuip, Rotterdam
1982–83 Bendera Jerman Barat Hamburg 1–0 Bendera Italia Juventus Stadion Olimpiade, Athena
1983–84 Bendera Inggris Liverpool[nb 1] 1–1* Bendera Italia Roma Stadion Olimpiade, Roma
1984–85 Bendera Italia Juventus 1–0 Bendera Inggris Liverpool Stadion Heysel, Brussel
1985–86 Bendera Rumania Steaua BucureÅŸti[nb 2] 0–0* Bendera Spanyol Barcelona Stadion Ramón Sánchez Pizjuán, Sevilla
1986–87 Bendera Portugal Porto 2–1 Bendera Jerman Barat Bayern München Stadion Prater, Wina
1987–88 Bendera Belanda PSV Eindhoven[nb 3] 0–0* Bendera Portugal Benfica Neckarstadion, Stuttgart
1988–89 Bendera Italia Milan 4–0 Bendera Rumania Steaua BucureÅŸti Camp Nou, Barcelona
1989–90 Bendera Italia Milan 1–0 Bendera Portugal Benfica Stadion Prater, Wina
1990–91 Bendera Yugoslavia Red Star Belgrade[nb 4] 0–0* Bendera Perancis Marseille Stadion San Nicola, Bari
1991–92 Bendera Spanyol Barcelona 1–0dagger Bendera Italia Sampdoria Stadion Wembley, London
1992–93 Bendera Perancis Marseille 1–0 Bendera Italia Milan Stadion Olimpiade, München
1993–94 Bendera Italia Milan 4–0 Bendera Spanyol Barcelona Stadion Olimpiade, Athena
1994–95 Bendera Belanda Ajax 1–0 Bendera Italia Milan Stadion Ernst Happel, Wina
1995–96 Bendera Italia Juventus[nb 5] 1–1* Bendera Belanda Ajax Stadion Olimpiade, Roma
1996–97 Bendera Jerman Borussia Dortmund 3–1 Bendera Italia Juventus Stadion Olimpiade, München
1997–98 Bendera Spanyol Real Madrid 1–0 Bendera Italia Juventus Amsterdam ArenA, Amsterdam
1998–99 Bendera Inggris Manchester United 2–1 Bendera Jerman Bayern München Camp Nou, Barcelona
1999–2000 Bendera Spanyol Real Madrid 3–0 Bendera Spanyol Valencia Stade de France, Saint-Denis
2000–01 Bendera Jerman Bayern München[nb 6] 1–1* Bendera Spanyol Valencia Stadion San Siro, Milan
2001–02 Bendera Spanyol Real Madrid 2–1 Bendera Jerman Bayer Leverkusen Hampden Park, Glasgow
2002–03 Bendera Italia Milan[nb 7] 0–0* Bendera Italia Juventus Old Trafford, Manchester
2003–04 Bendera Portugal Porto 3–0 Bendera Perancis Monaco Arena AufSchalke, Gelsenkirchen
2004–05 Bendera Inggris Liverpool[nb 8] 3–3* Bendera Italia Milan Stadion Olimpiade Atatürk, Istanbul
2005–06 Bendera Spanyol Barcelona 2–1 Bendera Inggris Arsenal Stade de France, Saint-Denis
2006–07 Bendera Italia Milan 2–1 Bendera Inggris Liverpool Stadion Olimpiade, Athena
2007–08 Bendera Inggris Manchester United[nb 9] 1–1* Bendera Inggris Chelsea Stadion Luzhniki, Moskwa
2008–09 Bendera Spanyol Barcelona 2–0 Bendera Inggris Manchester United Stadion Olimpiade, Roma
2009–10 Bendera Italia Internazionale 2–0 Bendera Jerman Bayern München Stadion Santiago Bernabéu, Madrid
2010–11 Bendera Spanyol Barcelona 3–1 Bendera Inggris Manchester United Stadion Wembley, London
2011–12 Bendera Inggris Chelsea[nb 10] 1–1* Bendera Jerman FC Bayern München Allianz Arena, München
2012–13

Stadion Wembley, London
2013–14

Stadion da Luz, Lisboa

Catatan
  1. ^ Liverpool menang 4–2 pada adu penalti.[3]
  2. ^ Steaua BucureÅŸti menang 2–0 pada adu penalti.[4]
  3. ^ PSV Eindhoven menang 6–5 pada adu penalti.[5]
  4. ^ Red Star Belgrade menang 5–3 pada adu penalti.[6]
  5. ^ Juventus menang 4–2 pada adu penalti.[7]
  6. ^ Bayern München menang 5–4 pada adu penalti.[8]
  7. ^ Milan menang 3–2 pada adu penalti.[9]
  8. ^ Liverpool menang 3–2 pada adu penalti.[10]
  9. ^ Manchester United menang 6–5 pada adu penalti.[11]
  10. ^ Chelsea menang 4–3 pada adu penalti.[12]

Distribusi Juara Berdasarkan Negara

Penayangan di Indonesia

Liga Champions di Indonesia awalnya tayang di RCTI sejak musim 1992/93 hingga musim 2011/12. RCTI menyiarkan Liga Champions sebanyak dua pertandingan secara langsung perpekannya disusul beberapa siaran tunda. Selain di RCTI, Liga Champions juga ditayangkan di stasiun televisi berbayar Vision 1 Sports yang kini dikenal dengan nama MNC Sports.
Mulai musim 2012/2013 hingga 2014/2015, Liga Champions di Indonesia akan ditayangkan oleh SCTV dan Indosiar untuk siaran gratis dan Nexmedia untuk siaran berbayar.

Referensi

  1. ^ a b c d e UEFA Champions League anthem UEFA.com. Diakses 09 Mei 2012
  2. ^ Media, democracy and European culture p.129. Intellect Books, 2009. Diakses 09 Mei 2012
  3. ^ "1983/84: Kennedy spot on for Liverpool". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  4. ^ "1985/86: Steaua stun Barcelona". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  5. ^ "1987/88: PSV prosper from Oranje boom". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  6. ^ "1990/91: Crvena Zvezda spot on". Uni Sepak Bola Eropa. 19 Mei 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  7. ^ "1995/96: Juve hold their nerve". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  8. ^ "2000/01: Kahn saves day for Bayern". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  9. ^ "2002/03: Shevchenko spot on for Milan". Uni Sepak Bola Eropa. 19 Juli 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  10. ^ "2004/05: Liverpool belief defies Milan". Uni Sepak Bola Eropa. 30 April 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  11. ^ "2007/08: Fate favours triumphant United". Uni Sepak Bola Eropa. 21 Mei 2010. Diakses pada 20 Juli 2010.
  12. ^ "Full Time Report: Final – Saturday 19 May 2012". Uni Sepak Bola Eropa. 19 Mei 2012. Diakses pada 20 Mei 2012.

Pranala luar